Aku adalahseorang mahasiswa jurusan akutasi management, usiaku 24 tahun . . . ya aku nyadar, aku seorang mahasiswa bongkotan. Tahun ini adalah kesempatan teahirku untuk lulus sebelum didepak dari univeritas.
Secara fisik aku seorang pemuda yang biasa saja, rambut gondrong, tubuh kurus kering. Biarpun termasuk warga keturunan, kulitku hitam dan matku belo. Orang tuaku bukan orang miskin, tapi yang jelas bukan kaya. Uang bulananku nggak kurang, tapi jelas nggak berlebihan. Jadi, kurang bisa menutup hobiku yang suka hura-hura.
Segla jenis obat pernah kucoba. Nggak sampeketagihan see, tapi lumayan sering pake. Nyimeng sambil nonton film komedi sudah menjadi santapan sehari-hari. Minum sudah mejadi langganan. Rokok?? Hampirsama kaya oksigen bagiku. Tanpa rokok aku nggak bias bepikir kepala pusing. Ya gara-gara itu aku juga kuliah ku nggak selesai-selesai. Gimana bisa lulus wong kalau ujian ga boleh merokok?? Otakku seakan gak bisa jalan tanpa sebtang rokok.
Gara-gara hobiku yang ‘wah’, jatah makanku jadi berkurag. Jadinya badan ku gak bisa ketolong lagi kurusnya, hehe... Untung tinggi badan ku biasa-basa saja dengan tangan sedikit ber-otot. Jadi kalo pake kaos oblong nggak terlalu klihatan kurus.
Kaos kesayanganku adalah kaos warna biru dengn logo superman didepannya. saking senangnya dengan kaos tersebut, aku sampe beli tiga, Hehehe…. Dan gara-gara pake tip hari, aku dipanggil superman sama teman-teman. “ Sup! Sup! “ begitulah orang kini memanggilku.
Seperti layaknya pemuda normal, ada gadis yang ku suka. Gadis peranakan bule, rambutnya sedikit terang coklat kemerahan. Dengan kaki begitu ‘suit-suit’, tubuh yang ‘ehmmm’, dan dada yang ‘wow’, dan wajah seperti diposter-poster bintang Hollywood. Membuat persaingan yang ada ini begitu ketat (apalagi buat aku yang nggak punya modal apa-apa). Maka impian untuk mendapatkannya pun sama kaya impianku menjadi orang tajir banget, dan tampak begitu mustahil.
Walaupun gadis ini tau, kalo diluar sana banyak cowo yang rela ngantri. Tapi tetep aja dia bersikap rendah hati, bertutur kata sopan, dan bertingkah lembut nan elegan. Pokoknya bener-bener kaya malaikat yang hanya cocok tinggal diawan dan tidak boleh disentuh siapapun.
Tampang yang lokal banget ini membuatku gampang bergul.pergaulanku lumayan luas, nggak hanya di ekonomi saja, tapi sampai jurusan mesin. Berkat hal ini, setiap kali ada tawuran antar jurusan, aku selalu selamat. Hebatkan ….
Bakatku yang gampang gaul inj emang udah kusadari sejak dulu. Buktinya aku udah pernah pacaran beberapa kali, biarpun nggak punya modal apa-apa . yang terakhir malah cukup lama, sekitar dua tahun. Putusnyasih gara-gara dia nyadar masa depanku suram, baru aja putus dua bulan eh tau-tau udah dapet kiriman undangan pernikahan.
Ditambah lagi ada berita mengejutkan hingga meruntuhkan hatiku. Gadis impianku pergi, balik kekampung halamannya, dibelahan dunia lain. Jadi untuk menyentuh ujung pakiannyapun terasa mustahil.
Bersamaan keberangkatan si pujaan hati, sohib ku satu kampung juga, pulang kecirebon. namanya Roy tapi lebih suka di panggil Mr. Roy gara-gara hidungnya mancung kaya orang bule (emang PD banget tuh orang, hehe..).
Pergaulan menentukan masa depan, pernyataan itu baru ku rasaan sekarang. Pas SMA Mr. Roy benr-bener rajin, selalu masuk sepuluh besar. Naasnya tu anak, pas kuliah keal sma aku, jadideh kena pengaruh burukku. Sakau gara-gara kebnyaka nyimeng. Masuk rumah sakit, ketahuan orangtua nah gara-gara ntu tuh si Mr Roy di panggil pulang, sampe orang tuanya memberi mandat gak boleh lagi tu si Mr. Roy balik lagi ke jakarta.
Duit kiriman ortu lagi lagi habis buat hal-hal yang ‘berguna’. Berguna buat ‘pesta’ perpisahan terahir hingga jatah duit untuk tiket eksekutif Cuma cukup untuk beli tiket kelas ekonomi.
Aku terus merenungi jalan hiupku, yang tidak terlau hitam juga tidak terlalu putih, tidak lurus juga tidak bengkok-bengkok amat. Dalam hati aku terus berpikir mungkin jalan hidupku akan berubah jika aku melakukan hal baik.
Mataku langsung tertuju pada nenek peot dengan kaki gemetaran membawa karung yang beratnya mungkin sama dengan bera tubuhnya.
Dengan santai aku mengucapkan “mari nek, aku batu bawakan barangnya” sambil kutarik karung tersebut, memang luar biasa beratnya. Tak lama setelah ada jeritan sinenek yang luar biasa keras nggak lama waktu berselang, mungkin Cuma butuh waktu 5 detik sebeum aku pingsan. Ternyata Sinenek teriakiaku MALING!!! MALING!!! Dan yang paling mengerikan telunjuk nenek mengarah padaku, langsung dah orang se setasiun dengan penuh semangat mengeluarkan bogem mentah.
Hingga akhir tidur panjangku aku terkaget-kaget, dengan keadaan disekitarku “jeruji besi berderet hingga ku sadar” aku di penjara.
APA YANG TERJADI? DIMANA AKU?
Hahaha… anak muda kenapa kau? Linglung? Habis memperkosa atau membunuh orang? Tapi kalo ngliat tmpang bloon seperti itu, paling maling ayam. Tapi kalo diliat-liat paling tukang ngobat.
Suara silih berganti membuat kepalaku makin puyeng, hingga aku mengeluarkan suara DIAM!! Suasanana menjadi hening seperti sesaat sebelum bencana akan muncul, seperti gunung yang ditinggal penghuninya karena gunung mau meletus, atau laut yang tiba-tiba tak ber ombak karena tsunami hendak datang.
Lu pikir lu siapa, hah? Habis itu pandanganku menjadi gelap lagi. lagi-lagi menurut saksi mata, aku digebugi habis-habisan.
Tulang rusukku patah, dua jari retak, gegerotak ringa dan luka bakar akibat puntung rokok, serta badan memar-memar. Itu diagnosis dokter yang bertugas saat itu. Kata mutiara yang mungkin cocok adalah ‘jagalah perkataan yang keluar dari mulutmu atau hal buruk akan terjadi pada mu’ dan satu lagi….. ‘jangan pernah membantu nenek peot yang sedikit budeg, serta membawa barang berat distasiun’
Disudut lain sohibku si Mr. Roy baru tiba dikampung halamannya, saat dia tiba dirumah. Roy langsung disambut pelukan sang ibu dan….. tamparan sang ayah, roy buru-buru kabur kekamarna yang ber-AC, dengan ranjang king size.
Sembari rebahan dia langsung berpikir, kenapa mau mau pergi kejakarta dan tinggal dikamar kos yang sempit dan bau. Kamar ini begitu bersih. Tapi dia segera ingat keramaian di kota metropolis ga bisa ditemukan disini.
Keluarga roy memang dari kalangan berada, ayahnya adalah pemilik pabrik peracikan teh yang cukup terkenal dan memiliki 3 cabang dikota yang berbeda.
Baru…. aja menikati hidup,eh… suara keras meanggilku dari bawah
‘’Ada apa pa? sembari duduk disofa
‘’duduk
“ini sudah duduk….
Sudah besar bisanya membantah saja kamu. Dengan marah, ayah membentak, sambil menggetok-getok tongkatnya kemarmer.
Disudut lain ibu hawtir. Bukan pada anaknya tapi pada marmernya, khawatir kalo marmenya lecet kali hehe…
“Kamu pikir untuk apa papah menyekolahkan mu mahal-mahal, bukannya jadi insinyur malah gelemparan di rumah sakit.
“bukan sekolah pa, kuliah….
“Diam!! Bawa surat pada tomas
“untuk apa pa? bukannya aku akan menggantikan bapa?
“bisa apa kamu? Kamu akan mulai dari bawah, surat itu kn memberitahukan kamu bekerja sebagai pesuruh, dan mandor boleh memarahimu
“apa pa….
PENASARAN SAMA SI SUPERMAN DAN MR. ROY TUNGGULGI YAMINGGU DEPAN
Sabtu, 29 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar