THE ONE MINUTE HEAD MASTER
Seorang pemuda sedang mencari teladan kepala sekolah hebat di indonesia. Ia ingin mengajar disekolah tersebut, ia ingin belajar tentang bagaimana menjadi kepala sekolah yang hebat. Akan tetapi, pada kenyataannya ia hanya bertemu kepala sekolah- kepala sekolah sombong dan tidak banyak memberikan inspirasi, seolah-olah mereka mampu menyelesaikan semua pekerjaan.
Umumnya kepala sekolah jenis ini tidak disukai oleh jajaran guru, staf, karyawan dan terutama siswa-siswinya. Ia juga bertemu dengan kepala sekolah yang menyenangkan, dan menghargai jajaran guru, staf, karyawan dan terutama siswa-siswinya nya. Tapi kepala sekolah ini biasanya tidak terlalu ambil pusing soal tujuan sekolah.
Yang menjadi pertanyaan? Apakah ada seorang kepala sekolah yang mampu memadukan dua kualitas terbaik dari kedua tipe manager itu? Sayangnya kepala sekolah tersebut ada diluar pulo. Yang lebih mengejutkan lagi, kepala sekolah ini setuju untuk menemuinya langsung dan member tahu cara mengatur orang-orangnya.
Bisa jadi anda ragu dengan metode the one minute head master, tapi banyak kepala sekolah yang bekerja dengan pola ini. Mereka berpendapat bahwa:
§ Para kepala sekolah memimpikan untuk menghabiskan lebih sedikit waktu untuk motifasi masalah yang dihadapi oleh jajaran guru, staf, karyawan dan terutama siswa-siswinya
§ Harus ada sesuatu untuk gaya managemen seperti ini
ü Sepakat tentang tujuan-tujuan (tidak lebih dari enam poin). Pastikan setiap tujuan ditulis pada selembar kertas yang terpisah. Ini adalah “penetapan tujuan satu menit”. Mulai dari situ dan selanjutnya, para jajaran guru, staf, karyawan dan terutama siswa-siswi akan tahu pasti apa yang diharapkan dari mereka dan jarang datang ke atasannya dengan berbagai masalah – mereka tahu bahwa mereka berada untuk memecahkan masalah
ü Para jajaran guru, staf, karyawan dan terutama siswa-siswi diharapkan sesering mungkin membaca tujuan-tujuan itu. Mereka semestinya memberikan catatan rinci tentang kemajuan yang mereka alami, cara ini memungkinkan “pujian satu menit” yang memberikan umpan balik positif
ü Bila seseorang melakukan sesuatu dengan benar namun tidak melakukan dengan baik, kepala sekolah akan memberikan “teguran satu menit”. Teguran keras ini ditunjukan pada aksi atau prilaku, dan bukan pada orang yang melakukannya dan megekspresikan rasa kekhawatira bahwa jajaran guru, staf, karyawan dan terutama siswa-siswi tidak memenuhi standar yang umumnya tinggi. Setelah hukuman itu, kepala sekolah akan mengingatkan “bahwa betapa ia bernilai bagi sekolah”
Penerapan tujuan satu menit dapat berhasil karena “motifator nomor satu bagi orang-orang adalah masukan dan hasil”. kepala sekolah satu menit memiliki tanda perigatan di dinding “ambil satu menit – lihat tujuan anda – lihatah kerja anda – lihatlah prilaku anda sesuai tujuan anda
Pujian satu menit juga efektif untuk memotifasi. “jadi kunci utama untuk melatih seseorang melakukan tugas baru, pada awalnya, adalah melakukan sesuatu yang kurang lebih benar hingga,mereka pada ahirnya, belajar untuk melakukan yang sungguh-sungguh benar”
Teguran satu menit juga efektif, mengingat teguran berlangsung cepat dan berfokus pada suatu tindakan (bukan tentang orang itu sendiri), maka perasaan burukpun berkurang hingga akhir pertemuan dan selalu berahir dengan hal baik
Mungkin pola ini terlalu sederhana dan banyak orang yang meragukannya, skalipun hal ini adalah sebuah aplikasi evisien. Filosofi “menggunakan waktu sedikit untuk mencapai hasil maksimal”, yang berasal dari apresiasi praktis dari sifat alami manusia.Dalam kisah kepala sekolah satu menit ini diakui bahwa dalam mengelola orang tidak selalu satu menit. Ini lebih merupakan symbol sebuh gagasan bahwa “managemen tidak serumit yang dibayangka
Kamis, 27 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar