Kamis, 27 November 2008

dari pada nyari pupuk susah, mending membuat pupuk sendiri

TEKNOLOGI PERTANIAN ORGANIK
DENGAN MENGGUNAKAN
MICKRO ORGANISME ALAMI ( MONA)
Latar belakang
1. Rusaknya lahan pertanian, kerena masuknya bahan kimia yang terus menerus
2. Dampak negatif terhadap kesehatan
3. Rendahnya kulitas produk karena penggunaan pestisida yang berlebihan dan terus menerus
4. Hilangnya ekosistem sehingga serangan hama dan penyakit tanaman menyebar dimana-mana
5. Hilang/menurunnya keragaan hayati
6. Biaya produksi semakin mahal terutama bibit, pupuk dan pestisida buatan. Sedangkan hasil panen menurun
7. Ketergantungan petani terhadap bibit, pupuk dan pestisida buatan
Langkah-langkah penerapan teknologi pertanian organik
1. Pemilihan bibit : sesuai benih loal
2. Pengolahan lahan : gembur
3. Pola tanaman : tumpang sari
4. Pengendalian hama : menggunakan pestisida organik
5. Sarana produksi : menggunakan pupuk organik
Sifat-sifat EM (Efektif Mikro organisme)
EM adalah larutan dari Mikro organism yang secara alami hidup ditanah subur dan bermanfaat bagi peningkatan produksi.
MONA (Mikro organisme alami) adalah larutan dari bahan organik yang dapat mempercepat pengembangbiakan Mikro organism
Sifat-sifat MONA
· Cairan berbau sedap, jika berbau busuk berarti Mikro organisme telah mati
· Mempercepat fermentasi terhadap bahan orgaik
· Menyuburkan tanah
Bahan-bahan
1. Ekstrak/sari buah (dari buah apapun boleh)
2. Larutan gula
3. Air kelapa

Cara pembuatan :
Ø Dengan perbandingan 1:1:1 bahan-bahan tsb dicampur dan dimasukan kedalam jrigen
Ø Tutup rapat diamkan selma ± 24 jam
Ø MONA siap dipergunakan. Cara penggunaan, 1 sendok makan untuk 1 liter air
Contoh pembuatan pupuk
POMA (pupuk Mikro organisme alami)
Bahan-bahan
ü Pupuk kandang 60%
ü Serbuk gegaji 25%
ü Abu 10%
ü Dedek (pakan ayam) 5%
ü Gulapasir secukupnya
ü Mikro organisme alami secukupnya
ü Air secukupnya
Cara pembuatan :
ü Bahan a – d diaduk rata [bahan1]
ü Bahan e – g dilarutkan dengan air [bahan2]
ü Bahan bahan 2 disemprotkan pada bahan1, sampai benar-benar rata, kemudian digelar setinggi 20 – 30 cm dan ditutup dengan terpal/plastik
ü Setiap pagi terpal/plaslik di buka dan di aduk selama ±1jam, kemudian ditutup lagi
ü Dalam 6 – 7 hari suhu POMA akan menurun/dingin
ü POMA siap digunakan
Aturan penggunaan POMA
ü Untuk musim tanam 1 = 2 ton/Ha
ü Untuk musim tanam 2 = 1,5 ton/Ha
ü Untuk musim tanam 3 = 1 ton/Ha
ü Untuk musim tanam 4 dan seterusnya sesuai kebutuhan
ü Untuk tanaman cabe, tomat, terong =0,5 kg/batang, untuk satu musim
ü Tanaman salak dan tanaman buah yang lain = 5 kg/batang setiap satu tahun
PUMA ( pupuk urine Mikro organisme alami )
Bahan-bahan :
ü Urine 5 liter
ü Pupuk kandang 5 kg
ü Terasi 1 ons
ü MONA (Mikro organisme alami) 0,25 liter
Cara pembuatan :
ü Masukan bahan a – b kedalam drum
ü Terasi dihancurkan, kemudian masukan kedalam drum
ü Kemudian MONA masukan kedalam drum
ü Aduk-aduk hingga merata kemudian tutup rapat, setiap pagi dibuka kemudian diaduk sampai 1 jam. Selama ± 20 hari
ü Jika PUMA sudah tidak berbau busuk, berarti fermentasi sudah sempurna. Dan sudah siap untuk di gunakan
Aturan pemakaian
ü 1 liter PUMA untuk 20 liter air, penyemprotan sebaiknya sebelum jam 08.00 atau sore hari setelah jam 16.00
ü Untuk tanaman padi disemprotkan pada umur 7 hari setelah tanam, 30 hari setelah tanam,50 hari setelah tanam
ü Untuk tanaman hltikultura menyesuaikan
PEHA ( pengendali hama alami)
Bahan-bahan :
ü Daun-daunan 5 kg
ü Ekstrak/air perasan jahe 3 liter
ü Ekstrak/air perasan gadung 1 liter
ü Ekstrak/air perasan tembakau 1 liter
ü Gula pasir 1 kg
ü MONA 0,5 liter
Cara pembuatan :
ü Daun-dunan di potong-potong masukan dalam drum
ü Bahan b – f masukan kedalam drum
ü Setiap 2 hari diaduk-aduk rata, selama ± 15 – 20 hari
ü Jika PEHA sudah tidak berbau busuk, berarti fermentasi sudah sempurna. Dan sudah siap untuk di gunakan
Cara penggunaan :
ü 1 liter PEHA untuk 20 liter air
ü Untuk pencegahan, penyemprotan dilakukan 3 kali/musim tanam
ü Untuk pengendalian, penyemprotan dilakukan 2 kali/minggu
Beberapa keuntungan dari penggunaan pupuk organik alami
1. Bahan-bahn mudah di cari/terdapat dilingkungan sekitar
2. Dapat dibuat sendiri
3. Biaya produksi meurun, pendapatan relative meningkat
4. Lahan pertanian semakin subur, keseimbangan ekosistem meningkat
5. Kualitas produk menigkat otomatis harga produk lebihtinggi
Sumber : Deputi bidang komunikasi dan pemberdayaan masyarakat (Deputi IV), kementrian Negara lingkungan hidup.
Jl. DI. Panjaitan kav. 24 jakarta timur, phone/fax:021 852392

Tidak ada komentar: